“ TEGAR “
Today “ 190708 “
“……. Risau yang kini ku rasakan. Lambat laun mengoyak keteguhan hati yang selama ini ku pupuk dengan kerendahan hati seorang Dewa, namun apalah daya aku bukanlah seorang nabi yang mungkin bisa sempurna untuk melakukannya….. “
“…….. Kebijakan yang selama ini kupanjatkan, kesabaran yang kini ku tanamkan , terasa berat kujalankan, penganiayaan hati nuranipun berikrar di setiap gelakan tawa pedihku, sang pembunuh mimpi selalu menghadang semua sela ruang khyalku, membatasi semua imajinasiku, memberikan kwalitas mimpi penuh imitasi, jadikan diri seolah – olah tak berarti….. “
“……… Bosan !
Kenapa selalu kebusukan yang selalu kutemukan dan terlihat jelas menggilas kepercayaan yang telah lama kudambakan, lalu dimanakan harga dari sebuah pembelaan mimpi yang tertidas ? dan dimanakah rasa pengagum kebesaran sang Rosul yang menjadi panutan ? kenapa semua hanya jadi legenda yang tak bermakna……. ? ataukah semua hanya penggali mimpi pengejar dunia semata ? percuma semua proklamasi kitab suci bila demi upah boros harta dan martabat semata …… ?
“………. Lihatlah bendera perang yang kini ku kibarkan….. ! Pendobrak semua tradisi yang selama ini kau jalankan, pemberi makna legenda, pembongkar paradigma yang ada, walau pahit jamuan hari – hariku, walau kebijakan memaksaku saat kepercayaan tertikam dari belakang, kurelakan semuanya untuk kemurnian imanku….. “